Bentuk dan ciri
Motif ini tersusun dari garis tipis selebar satu jari telunjuk yang mengapit dua garis besar selebar lima jari telunjuk laki-laki dewasa, dengan jarak yang telah ditentukan secara turun-temurun. Dari kejauhan, garis-garis itu tampak saling berhadapan dalam posisi moppang (tengkurap), sehingga muncul nama lainnya: Sioppangeng — saling berhadapan.
Makna motif
Buku sumber mengkaji setiap motif dengan dua lapis makna ala Susanne Langer: makna bersama yang dipahami pemakai (denotasi) dan makna mendalam yang dipahami pengrajin (konotasi).
Denotasi · yang terlihat oleh pemakai
Makna bersama
Pasangan garis tipis dan tebal yang saling berhadapan di sepanjang kain.
Konotasi · yang dipahami pengrajin
Makna mendalam
Moppang adalah simbol keintiman sepasang suami-istri. Ia begitu privat sehingga dianggap aib bila terlihat oleh orang lain — bahkan oleh keturunan sendiri. Hanya pasangan pemiliknyalah yang boleh melihat dan mengenakannya.
Mengapa tak ada fotonya?
Karena kesakralannya itu, Balo Moppang tidak dapat didokumentasikan — termasuk dalam buku sumber halaman ini. Ketiadaan foto pada halaman ini justru menjadi bukti paling jujur betapa dalamnya orang Bugis menjaga siri' (harga diri dan rasa malu): ada makna yang memang tidak untuk dipertontonkan.