Bentuk dan ciri
Motif ini dibuat di atas kain sutra polos dengan sebuah ragam hias berbentuk flora, atau yang lebih dikenal dengan bunga. Berbeda dari motif-motif geometris lainnya, Lagosi tampil lembut dengan sulur dan kelopak.
Makna motif
Buku sumber mengkaji setiap motif dengan dua lapis makna ala Susanne Langer: makna bersama yang dipahami pemakai (denotasi) dan makna mendalam yang dipahami pengrajin (konotasi).
Denotasi · yang terlihat oleh pemakai
Makna bersama
Nama sebuah desa. Bunga yang mekar di atas hamparan sutra polos.
Konotasi · yang dipahami pengrajin
Makna mendalam
Nama motif ini diambil dari Desa Lagosi di Kabupaten Wajo, tempat asal pengrajin yang pertama kali menciptakannya. Di desa itu bermukim banyak pengrajin tenun sutra yang hingga kini masih menenun dengan walida — alat tenun duduk warisan leluhur.